Oleh : Jendra Riyan Dwiputra
Tercipta dari alfa
Apalah jadi Tuhan berkehendak?
Yang tidak ada, nyata sekejap
Terbentuklah insan disebut sempurna
Di antara makhluk ciptaan Sang Esa
Manusia ada dan berkuasa
Akal, fikirnya luluh lantakkan bumi
Taklukan ciptaan Sang Kuasa lainnya
Tapi ada dusta terelak
Ada ego yang sudah tampak
Ego itu mengendalikan, melahap, membutakan
Ego itu menginginkan satu
Keabadian tanpa membran batas
Apa jadinya manusia hidup abadi?
Ruang, waktu hanya tetapan imajiner belaka
Kesenangan teraih tanpa gaya dan usaha
Dosa bagai anggur merah darah
Makin ditimbun, makin nikmat rasanya
Apa jadinya manusia hidup abadi?
Cita-cita bak cuap bibir semata
Ajaran hidup hanya ritual semata
Motivasi jadi kalimat hipotesa
Tak ada kepuasan, tak ada impian raksasa
Hingga akhirnya mereka jenuh
Jalan setapak tak berujung
Basah tertetes peluh
Mati rasa kaki ini
Ingin tubuh terkoyak letih
Berharap berakhir dengan Omega
Musik Hiburan:
- Hai Tanjung Perak -Dionisius Idol
- I Love You Bibeh -Dionisius Idol
- Sik Asik -Dionisius Idol
- Viva La Vida -Dionisius Idol
- Lebih Indah -Adera
- Ingatlah Hari Ini -Project Pop
- Bohemian Rhapsody (Queen) -Maksim Mrvica
- Uprising -Muse
- United States Of Eurasia (+Collateral Damage) -Muse
- Rhapsody On A Theme of Paganini -Rachmaninov
- Croatian Rhapsody -Maksim Mrvica
- Olympic Dream -Maksim Mrvica
- Winter The Four Seasons -Antonio Vivaldi
- Sonata no.14 in C sharp minor C Op.2 no.2 (Moonlight Sonata) -Ludwig Van Beethoven
- Spring The Four Seasons -Antonio Vivaldi
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Minggu, 25 Maret 2012
Senin, 28 Februari 2011
Kumpulan Kata Bijak, Mutiara Komik KungFu Boy Chinmi
Di sini saya mengambil beberapa Kata-Kata mutiara di Komik KungFu Boy (Chinmi). Karya Takeshi Maekawa. Bagi yang penasaran beli di toko buku terdekat hehehe. Beberapanya sangat menarik dan dapat dijadikan bahan untuk refleksi diri .. Cekidot..
- "Kalau tak bisa dihindari hadapi saja !" (KungFu Boy 15)
- "Kekalahan bukan dirasakan dari sakitnya badan tapi dirasakan oleh hati." (KungFu Boy 17)
- "Takabur adalah musuh dari segala ilmu."
- "Aku mendengar, aku lupa. Aku melihat, aku ingat. Aku mencoba, aku bisa !!"
- "Latihan... Seperti mengasah pedang. Pedang semakin tajam semakin bagus, tapi pedang yang tajam memerlukan gagang. Kalau kau pegang pedang yang tajam tanpa gagang, kau sendiri yang akan terluka." (Artinya adalah Ilmu akan semakin meningkat jika diasah sedemikian rupa dan terus menerus. Namun semakin tajam ilmunya dapat melukai pemiliknya [artinya adalah semakin tinggi ilmu seseorang maka sifat kesombongan, takabur akan menghampirinya dan malah mencelakai dirinya sendiri]. Oleh karena itu diperlukan gagang [ yaitu hati yang lapang dan kasih] " Setajam-tajamnya suatu pedang, tapi jika tak memiliki gagang yang lembut, kesat, dan nyaman maka pedang itu tak ada gunanya. Kesimpulannya: Semua ilmu harus didasarkan pada kasih, dan hati yang damai. Jika tak demikian maka celakalah dirinya."
- "Orang yang memiliki pedang harus juga memiliki gagangnya."
- "Walaupun jurus yang digunakan sama, kalau isi hatinya berbeda hasilnya juga sangat berbeda" (Riki, KungFu Boy 24)
- "Meskipun di musim dingin tampak seperti rumput yang layu, tapi kalau akarnya masih hidup di musim semi dapat berbunga kembali. Ternyata anda juga belum busuk sampai akar-akarnya. Walaupun tak bisa kembali, anda bisa mengubah jalan di asa yang akan datang." (Chinmi, KungFu Boy 25)
- "Bertarunglah untuk melindungi, jangan bertarung untuk melukai." (Chinmi, KungFu Boy 25)
- "Tak usah takut... kepakan sayapmu sekuat tenaga ! Terbangkanlah ke arah yang kau tuju." (Pak Tua, KungFu Boy 25)
- "Kepercayaan tak bisa dibuat, tapi dilahirkan." (Chinmi, New KungFu Boy 2)
- "Kehormatan setinggi apapun percuma kalau harus mengorbankan tubuh sendiri." (KungFu Boy 33)
- "Batu yang diasah hingga menjadi permata yang mengkilap, dan yang membuat sinarnya menjadi maksimal adalah cahaya yang disebut rival. Walaupun jaraknya berjauhan, kedua cahaya itu menerangi satu sama lain." "..... Kehadiran rival itu baik menuntun keduanya mencapai posisi yang lebih baik." (Guru Soshu, KungFu Boy 37)
- "Kebenaran akan ditemukan setelah mengalami kesulitan." (KungFu Boy 1)
- "Yang mengetahui dikalahkan oleh yang menyukai. Yang menyukai dikalahkan oleh yang menghayati." (KungFu Boy 1)
- "..... Laksana air. Hati laksana air danau yang berkilau. Gerakan laksana sungai yang mengalir. Dan semangat laksana ombak yang beruntun. Yang penting adalah keselarasan."
17. " Mencintai itu mudah yang sulit adalah menerimanya." (Shaman King)
Bersambung.....
Label:
Karya,
Kata Bijak,
Kata Kata,
Kata Mutiara,
Sastra
Kumpulan Kata Bijak, Mutiara Tokoh Terkenal
Kumpulan kata mutiara, Kata bijak dari beberapa Tokoh Terkenal.. silahkan dilihat..
- "Untuk meraih prestasi yang besar, kita harus bermimpi, kemudian memvisualisasikan, lalu merencanakan, meyakini, dan melakukan." (A. Montapert)
- "Karya terbesar di dunia ini umumnya dilakukan oleh orang yang tetap melakukan ketika harapannya nyaris putus." (Dale Carnegie)
- "Belajar bisa untuk kesenangan, bisa untuk hiasan, bisa untuk memperoleh kemampuan." (Francis Bacon)
- "Kebesaran bukan terletak pada kekuatan yang dimiliki, melainkan bagaimana menggunakan kemampuan itu dengan benar." (Henry Ward Beecher)
- "Tindakan nyata yang kecil lebih berguna daripada ide raksasa yang masih berupa rencana." (Duguet)
- "Tepuk tangan dan pujian adalah tujuan dan hasil akhir yang ingin didapat orang berpikiran pendek." (C. C. Lacon)
- "Orang yang terdidik adalah orang yang mengetahui bagaimana ia mendapat pengetahuan ketika dirinya tidak tahu." (George Simmel)
- "Seni adalah jendela ke dalam jiwa manusia." (Claudia Johnson)
- "Semua orang sudah memiliki, tetapi hanya sedikit yang menggunakannya." (Stevie Wonder)
- "Hal terindah yang dapat kita alami adalah misteri. Misteri adalah sumber semua seni sejati dan semua ilmu." (Albert Einstein)
- "Lautan ilmu adalah lautan tanpa batas yang akan membuat kita selalu ingat dan ingin kembali berlayar di atas ombaknya."
- "Bercita-citalah selama masih sanggup bermimpi, karena itulah keindahan pikiran manusia. Lakukan sesuatu yang ingin kamu lakukan, karena di situlah kekuatan dan kemauan. Yakinilah dirimu unutk menguji batas keyakinan, karena di situlah keberanian untuk sukses." (Bernard Edmonds)
- "Tarian adalah bahasa tersembunyi dari jiwa sang tubuh." (Martha Graham)
- "Kebencian itu tidak dapat dihapus dengan kebencian, tetapi benci itu akan hilang karena cinta kasih." (Buddha Gautama)
- "Sekolah bukan tempat untuk mempersiapkan hidup, karena sekola itu sendiri adalah hidup." (Elbert Hubbart)
- "Tidak ada resep sukses. Yang ada hanya kerelaan hati untuk menerima hidup dan segala konsekuensinya apa adanya." (Arthur Rubenstein)
Bersambung......
Label:
Karya,
Kata Bijak,
Kata Kata,
Kata Mutiara,
Sastra
Kamis, 24 Februari 2011
PUISI BERANGKAT KE SEKOLAH
Karya : Jendra Riyan Dwiputra
Lewat pukul 5 pagi
Jiwaku terbangun dari kegelapan
Mataku lemah terbuka
Tidak! malam telah sirna
Mimpiku indah terbuyar
Ku angkat badanku letih
Ku langkah kaki tak terhenti
Waktu mengalahkanku
Secepatku merapikan buku
Dilihat Orang tuaku pucat pasi
Sambil tergenggam kumpulan hari
Kulihat tanggal hari ini
Kusadar merah menyinari
Lewat pukul 5 pagi
Jiwaku terbangun dari kegelapan
Mataku lemah terbuka
Tidak! malam telah sirna
Mimpiku indah terbuyar
Ku angkat badanku letih
Ku langkah kaki tak terhenti
Aku bingung sendiri
Kesana dan kemari
Tapi pikiran beradu sendiri
Oh belum ku sentuh PR sama sekali
Jantung berdegup keras lagi dan lagi
Tapi waktu harus berlari
Waktu mengalahkanku
Secepatku merapikan buku
Dilihat Orang tuaku pucat pasi
Sambil tergenggam kumpulan hari
Kulihat tanggal hari ini
Kusadar merah menyinari
Oh aku memang bodoh
Ingin ke sekolah
Eh tapi pada hari libur
Legaku berdiri
Ranjang hangat kembali ku tiduri
PUISI PUSAKA ISI HATIKU
Karya : Jendra Riyan Dwiputra
Dimulai dari suatu perkenalan
Pada mulanya, ini bukanlah kita
Karena alkisah kita adalah mereka
Dan mereka adalah bagian dari kita
Tapi jangan tunggu apa lagi
Jangan biarkan buah itu busuk
Jangan kau lihat ulat menerkam, menggeliat
Karena ulat adalah kemalasan
Kesombongan lagi kehancuran
Hai kawula muda
Inilah saatnya
Ketatkan barisanmu rapatkanlah
Tegaplah di samping pemimpinmu, rakyatmu
Genggam tangan sisi kiri dan kananmu
Tolak mereka lewat masuk
Mereka datang lalu pergi
Pasir dan tanah mereka bawa pergi
Janganlah tertipu ! Di manalah ketakutan hakiki
Karena tanah kita tiduri
Terkikis lemah oleh materi
Mengikis semua bintang di angkasa
Untuk bangun kota mandiri
Berbanggalah kotaku Tangerang Selatan
Tanpamu Jakarta tak germelap
Tanpamu Banten kehilangan arah
Karena kau buat tanah air bangga
Akhirnya tunas baru akan tumbuh jua
Inilah perhantianku untukmu
Puisiku, Pusaka isi hatiku
Oleh : Jendra Riyan Dwiputra
Dimulai dari suatu perkenalan
Pada mulanya, ini bukanlah kita
Karena alkisah kita adalah mereka
Dan mereka adalah bagian dari kita
Kita mata tunas baru
Tunas muda terlepas dari induknya
buah matang jatuh tertolak pohonnya
Bergulir dan bergerak
Berjalan lewati semak belukar
Berhenti dan tertahan
Di antara tatapan seribu lumut hijau
Tapi jangan tunggu apa lagi
Jangan biarkan buah itu busuk
Jangan kau lihat ulat menerkam, menggeliat
Karena ulat adalah kemalasan
Kesombongan lagi kehancuran
Hai pemimpinku
Janganlah kau ragu
Beranjaklah dari kursimu
Kerahkanlah tenagamu
Pusatkan pikiranmu
Rendahkanlah dirimu
Jadilah pelayan rakyatmu
Jangan biarkan tikus menggigit kasutmu
menggerogoti hati kalbumu
Hingga kau lupa buah ucapmu
Hai kawula muda
Inilah saatnya
Ketatkan barisanmu rapatkanlah
Tegaplah di samping pemimpinmu, rakyatmu
Genggam tangan sisi kiri dan kananmu
Tolak mereka lewat masuk
Mereka datang lalu pergi
Pasir dan tanah mereka bawa pergi
Janganlah tertipu ! Di manalah ketakutan hakiki
Karena tanah kita tiduri
Terkikis lemah oleh materi
Mengikis semua bintang di angkasa
Untuk bangun kota mandiri
Hai semua umat
Kita ini adalah satu
Dan satu untuk bersama
Dalam satu nama dan tujuan
Kota Tangerang Selatan
Cerdas, Modern dan Religius
Meski kabut turun datang
Pelajari, kuasai dan hancurkan
Dalam satu bayangan siang
Berbanggalah kotaku Tangerang Selatan
Tanpamu Jakarta tak germelap
Tanpamu Banten kehilangan arah
Karena kau buat tanah air bangga
Akhirnya tunas baru akan tumbuh jua
Inilah perhantianku untukmu
Puisiku, Pusaka isi hatiku
Oleh : Jendra Riyan Dwiputra
Langganan:
Postingan (Atom)